Wednesday, 25 September 2013
No One Will Ever Love Me
Tuhan itu maha baik dan pengertian. Karena dibalik personality setiap umatnya, Tuhan menciptakan satu manusia lagi yang kurang lebih sama seperti dirinya. Jika memang Tuhan tidak menciptakan yang "sama", Tuhan menciptakan seseorang yang "mirip" dengan kamu. Tuhan menciptakan seseorang yang bisa menerima kekurangan dan kelebihan dirimu secara baik dan sempurna.
Sebut saja, jodoh..
Atau soulmate..
Atau partner..
Bersyukur hingga mata susah disembunyikan, karena ternyata benar, Tuhan memang menciptakan seorang manusia yang sama absurdnya, sama anehnya dan sama ga beresnya. :") Coba bersabar sejenak, suatu hari ia akan datang, seseorang yang bisa menerima semua kekuranganmu tapi secara ajaib kamu dengan sukarela memperbaiki kekuranganmu untuk membuatnya tetap bertahan. Seseorang yang membuatmu berubah ke arah yang lebih baik, tapa terpaksa dan dipaksa.
Percayalah,
seorang akan datang, seorang yang akan membuatmu tanpa perasaan berat dan secara tidak sadar mulai mengganti koleksi Converse Chuck Taylor buluk dengan deretan sepatu cantik khas perempuan seusiamu. Mulai tertarik pada baju-baju model kekinian, mulai mencoba memoleskan kosmetik ke daerah wajah, mulai melirik tas kulit yang modelnya sesuai karakter dan kepribadianmu.
Seseorang akan datang, seseorang yang akan membuatmu merasa "diterima" dan "dimengerti" secara utuh. Seseorang yang mampu membangkitkan sisi lain dirimu, sisi yang selama ini dormant, sisi yang selama ini tidak pernah tersentuh. Ya, sisi feminine dan naluri kewanitaan yang maksimal.
Seseorang akan datang, seseorang yang tidak mempermasalahkan warna kulitmu, panjang alismu atau model rambutmu. Seseorang yang melihat kekuranganmu sebagi hal yang tidak perlu dikhawatirkan, seseorang yang melihatmu "hebat".
Dan tentu saja,
seseorang yang bisa membuatmu berubah, tanpa sedikitpun ada keterpaksaan didalamnya. :)
----
Well, kalau untuk berubah dia harus setengah mati disuruh olehmu,
dia bukan untukmu. :)
Karena sungguh,
berubah itu datangnya dari dalam diri,
berubah ke arah yang lebih baik tanpa kehilangan siapa diri kamu sesungguhnya. :"D
Source: doctorbebek.blogspot.com
Sunday, 4 August 2013
Senja yang Sama
Empat tahun, waktu yang singkat tapi sekaligus panjang. Tergantung dari mana kita memaknainya. Waktu memang selalu begitu; relatif juga ambigu. Tapi terlepas dari sudut pandang berbeda itu, aku sedang berpandangan lain. Bahwa waktu masih mampu mencipta asa; kita disini, masih dengan ingatan yang kuat akan janji yang pernah terucap.
Aku dan kamu. Membolak-balikkan pandangan di ruang yang tak lebih dari 4x4 meter ini. Seperti memutar memori yang masih terekam jelas dipikiran dan hati masing-masing. Kita, di tempat ini, tempat yang tak tampak berubah, empat tahun yang lalu. Masih di senja yang sama, pukul lima tiga puluh.
Tuan, tolong buat aku yakin -untuk kesekian kalinya, bahwa aku sedang tidak memperjuangkan orang yang salah dan sedang menempuh jalan yang benar menuju kebahagiaan.
Beberapa menit menjelang buka puasa Ramadhan tahun 2013.
Saturday, 13 July 2013
Mungkin
Mungkin,
Warna kulitku sengaja dibuat seperti ini, karena jodohku menyukainya.
Bentuk wajahku seperti ini, karena jodohku menyukainya.
Kekonyolanku tidak bisa hilang, karena jodohku pernah jatuh cinta karenanya.
Mungkin,
Warna bola mataku sengaja dibuat Tuhan seperti ini, karena jodohku senang memerhatikannya saat aku dengan begitu antusias jika bercerita.
Bibirku sengaja dibuat tipis, karena jodohku senang menciumnya.
Jerawat dan kulit wajahku yang tidak mulus ini, adalah cara Tuhan menunjukkan bahwa jodohku menerimaku apa adanya.
Warna bola mataku sengaja dibuat Tuhan seperti ini, karena jodohku senang memerhatikannya saat aku dengan begitu antusias jika bercerita.
Bibirku sengaja dibuat tipis, karena jodohku senang menciumnya.
Jerawat dan kulit wajahku yang tidak mulus ini, adalah cara Tuhan menunjukkan bahwa jodohku menerimaku apa adanya.
Mungkin, mungkin, mungkin..
sedemikian tidak sempurnanya aku, memang dirancang Tuhan sedemikian rupa untuk memberi tahu bahwa ada jodohku yang lebih dulu diciptakannya untuk menyeimbangkan juga melengkapiku.
sedemikian tidak sempurnanya aku, memang dirancang Tuhan sedemikian rupa untuk memberi tahu bahwa ada jodohku yang lebih dulu diciptakannya untuk menyeimbangkan juga melengkapiku.
Source: ceritachacha.wordpress.com
Subscribe to:
Posts (Atom)