Showing posts with label #1Day1Dream. Show all posts
Showing posts with label #1Day1Dream. Show all posts

Friday, 23 January 2015

Featured in Media ala Arifinda D. Putri


Halloooo~
Setelah sekian lama absen dari nulis #1Day1Dream, akhirnya... i'm back!

Harap maklum ya, namanya juga mahasiswi semester akhir ((akhir banget)). Kalau nggak sibuk nyekripsi, ya sibuk ngerevisi. Gitu-gitu aja kegiatannya~

Tapi Alhamdulillah, kabar bahagianya... akhirnya saya sudah sidang! Iya, ini penting banget disampaikan sebelum mengawali tulisan hari ini. Bahagia banget, lega banget satu persatu kewajiban sudah selesai ditunaikan. Ya, meskipun ini belum selesai; masih ada revisi dan jurnal menanti.

Okay, setelah absen lumayan lama, saya nggak akan nulis yang berat-berat dulu. Hmm, pas banget hari ini masih bertema tentang; impian temanmu. Dan, yang saya pilih untuk post kali ini adalah...

Featured in Media ala Arifinda D. Putri.

Arifinda D. Putri, blogger yang baru aja saya kenal melalui project ini. Iya, kenalnya belum lama, tapi anaknya asik banget diajak ngobrol, sharing banyak hal, nyambung bahas ini-itu, dan yang paling penting adalah; kesukaannya mostly pada hal yang sama, jadinya yaaa.. gampang akrab! Fyi, saya orangnya nggak gampang akrab sama orang yang baru kenal. Semoga nggak cuma saya aja ya Des yang mengganggap "akrab" pertemanan baru kita ini hehehe.

Katanya, di salah satu post yang dia tulis di sini, Desi penasaran banget sama yang masuk media, tapi dalam ranah positif, bukan karena tindakan kriminal. Alasannya pengen masuk media itu mungkin alasan paling absurd yang pernah saya tahu; "karena kalau di media, aku bisa kasih lihat ke orang tua atau keluarganya sambil pasang muka sok keren". Hahahah ada-ada aja kamu, Des. :D

Tapi Des, tunggu deh. Kamu tau nggak.. mimpi kamu itu untuk kesekian kalinya sama (lagi) loh sama mimpi saya. Buahahahaha. Kok ya bisa pas banget gitu ya Des.. Saya juga mau banget sesekali nampang di media. Media apa aja, lokal juga boleh. Yang penting nampang aja dulu hehehe.

Kalau dipikir konyol juga sih mimpi kita ini, ya. Tapi nggak apa-apa Des, namanya juga mimpi, wajib setinggi-tingginya! Suatu hari nanti, saya juga berharap kalau nama saya bisa dimuat di salah satu majalah wanita; as a reporter, editor, or anything else. Yang penting menjadi salah satu contributor di dalamnya.

Untuk Desi, semangat ya! Jangan pernah berhenti mengusahakan apa yang kamu impikan. Allah selalu menggenggam mimpi-mimpi yang kita inginkan dengan sungguh-sungguh, dan akan mewujudkannya; nanti. Di waktu yang dirasa paling tepat. Tulisan kamu bagus-bagus kok, Des. See? Nggak harus kuliah di jurusan Jurnalistik dulu kan supaya bisa bikin tulisan yang keren? :)



Salam,
Ara.

Thursday, 15 January 2015

Sesederhana Segera Diwisuda~


Balik lagi ke satu mimpi tiap hari... Okay, kalau bahas mimpi, yang langsung muncul dipikiran saya saketika adalah;

1. Sidang skripsi
2. Lulus dengan sedikit revisi
3. Wisuda

Udah. Mimpi saya cuma tiga itu aja. Kalau dilihat mimpinya memang berkesinambungan dari nomor satu, dua, dan tiga, ya. Kenapa? Here the reasons...

Mengapa harus ketiga hal itu?

Alasannya? Saya cuma mau menyelesaikan kewajiban tepat waktu aja. Udah nggak mau molor-molor lagi apalagi sampai memperpanjang waktu studi lagi. Jangan sampai dong ya.. Tapi nggak berlebihan juga ekspektasinya, nanti kalau yang kejadian nggak sesuai dengan yang direncanakan malah bikin kecewanya berkal-kali lipat kan, ya.
Sidang skripsi.

Kalau ditanya takut apa nggak, grogi apa nggak, pasti takut lah.. grogi juga lah.. ngebayangin nanti bakal duduk berhadapan dengan 3 dosen. Bahkan jarak duduk kami nggak sampai 2 meter. Parno banget pokoknya kalau udah kepikiran soal sidang skripsi. Tapi, untuk menuju ke mimpi kedua dan ketiga, mau nggak mau, siap nggak siap, harus ngelewatin satu step itu terlebih dahulu. Semangat!

Bismillah. Tinggal menghitung hari di mana penelitian saya selama 8 bulan ini akan saya pertanggungjawabkan di meja sidang. Semoga nggak ada penguji yang mempersulit, nggak ngasih pertanyaan yang menjebak, dan yang paling penting adalah...

Lulus dengan sedikit revisi.
Siapa coba yang mau dikasih banyak-banyak revisi? Pasti nggak ada yang jawab mau ya kan... apalagi pasca sidang. Pengennya pasti cepet-cepet selesai, udah bosen berkutat sama puluhan lembar kertas yang dicorat-coret dosen. Pffttt~

Lalu, apalagi?

Wisuda.
Wisuda nggak cuma berarti sebuah tanda kelulusan semata, lebih dari itu, moment wisuda itu semacam self reward buat perjuangan dan kerja keras selama berbulan-bulan bergelut dengan skripsi dan revisi. Sesekali diri sendiri juga perlu dibahagiakan, lho ya. Rayakan wisuda semeriah dan seceria yang kamu bisa. Dandan yang paling cantik atau pakai kebaya yang diimpikan misalnya? Apapun itu, biasakan selalu kasih reward buat diri sendiri setelah selesai melakukan sesuatu yang dirasa sulit. :)



 Source: Instagram.com



NB:
Ditulis beberapa hari sebelum sidang skripsi. Mohon doanya semoga lancar ya sidangnya. :))


Salam,
Ara. 

Wednesday, 14 January 2015

The Queen of Simplicity Beauty, Siti Juwariyah.


Simple is beauty. Tiap kali dengar kalimat itu, yang selalu saya ingat adalah Siti Juwariyah. Beberapa kali, dalam tiap kesempatan wawancara dengan media, Siti selalu mengungkapkan slogan andalannya itu. Yap, sebagai hijabers (re: yang make hijab, ya :p), belum afdol kalau nggak bahas soal Siti Juwariyah. Jadi gini...

SITI JUWARIYAH
 
Siti Juwariyah? Yang mana sih?

Kalau kalian suka main Twitter dan Instagram pasti nggak asing lagi sama nama yang satu ini. Seorang fashion blogger yang aktif sebagai anggota Hijabers Community Jakarta tersebut adalah founder dari brand muslimah yang kualitas dan ketenarannya nggak perlu ditanyakan lagi, Kaffah dan Kaffah Apparel. 

Aktif sebagai fashion blogger membuat Siti dengan mudah memperkenalkan brand yang ia miliki. Nggak sekedar promosi produk di blog, Siti juga rajin memposting ootd maupun tutorial hijab yang biasa ia pakai dalam kesehariannya. Nggak salah kan kalau makin hari pageviews dan followers Siti makin bertambah dan... yang pastinya berimbas ke penjualan produknya, kan.

Apa kelebihan Siti dibanding fashion blogger lain?

Bisa dibilang style fashion Siti itu style yang paling santai, paling gampang ditiru buat kita-kita yang pengen tampil casual, modis tapi nggak terkesan "maksa". Bukan berarti yang lain ngga lebih bagus ya, ini cuma soal penilaian dan persepsi personal aja. Style-nya ngga pernah ribet-ribet, cara pakai hijabnya juga, sederhana tapi selalu cantik. :)

Siti mengawali usaha line clothing-nya bersama-sama dengan Ibu dan sang Adik. Konsistensi mereka dalam menjaga kualitas produknya layak diacungi jempol. Terbukti dari respon konsumen setia Kaffah yang ingin terus menambah koleksinya lagi, lagi, dan lagi.

Bahkan, Kaffah dijuluki "always sold out in one time". Ya memang sih. Aku juga ngerasain begitu. Tiap kali publish koleksi terbaru, selalu sama, habis terjual dalam waktu yang singkat. Sensasi rebutannya itu lho yang bikin... Ngggg gilaaaa!

Terlepas dari ketenaran brand-nya, Siti adalah sosok yang ramah. Baiiiiik banget. Asli. Di sela-sela kesibukannya ngurus usaha, keluarga, dan Baby Ghazi, Siti masih mau ngeladenin permintaan wawancara saya beberapa waktu lalu, lho. Tengah malam pula. Duh, kak Siti, gimana bisa saya nggak kagum sama kakak coba? :))

Terus, kalau mau lihat Siti di mana?

Bisa di cek di blog personal Siti di sitisstreet.blogspot.com, atau di blog Kaffah saturday-market.blogspot.com. Atau kunjungi akun Twitter dan Instagram Siti di @sitijwryh. Kali aja abis lihat sendiri penilaian kalian jadi sama kayak saya, hehehe.



Photoshoot Siti for Her Brand

 Source: saturday-market.blogspot.com



Salah Satu ootd Siti

 Source: Instagram Siti @sitijwryh



Salam,
Ara.

Tuesday, 13 January 2015

The Most Fashionable, Chachathaib!


Hallooo!
Ini hari pertama saya nulis untuk project #1Day1Dream. Sebetulnya, challenge ini udah dimulai dari tanggal 1 Januari. Tapi karena saya telat tahunya, jadi ya... nggak apa-apa ikutannya telat juga. Kata orang bijak kan better late than never hehehe.

Ternyata eh ternyata, hari ini tulisannya bertema sosok orang terkenal yang kamu kagumi. Dan, orang pertama yang saya pilih masuk dalam list post sesi ini adalah...

CHACHATHAIB

Kenapa harus Chahathaib?

Annisa Nadzirani atau yang akrab disapa Chacha adalah satu diantara orang-orang yang akhirnya membuat saya pengen memakai hijab. Saya aja nggak pernah nyangka, apalagi punya rencana bakal pakai hijab dalam waktu dekat, nggak ada sama sekali. Biasalah, kebanyakan alasan ini-itu yang sebenernya cuma buat nunda-nunda kewajiban aja, sih.

Dari mana tahu Chachathaib?

Pertama kali tahu Chacha dari Twitter, sekitar tahun 2012. Awalnya saya cuma nge-follow Falla Adinda, terus sering merhatiin kalau mereka berdua sering mention-an gitu. Penasaran, akhirnya aku view profil Chacha. Kesan pertama pas lihat Chacha? Cantik, pake hijab pula. Follow deh. Terus ngikutin tweet-nya tiap hari, ternyata orangnya juga asik.
Setelah masa hitz Twitter bergeser ke Instagram, saya juga ngikutin tuh akun Instagram Chacha. Terus blog-nya juga, semua saya follow. Dalam batin saya, "ini perempuan kok nggak pernah nggak bagus pilihan style fashion-nya ya". Seneng aja gitu kalau lihat perempuan cantik dan berhijab tapi tetap fashionable. Padahal waktu itu saya belum berhijab hehehe. 

Dari situ, munculan keinginan untuk berhijab. Iya, hatinya memang tergerak karena ngelihat fashion hijab bagus-bagus. Tapi belum tergerak karena tahu kalau hijab itu sebuah keharusan. Tapi setelah saya tanya banyak orang yang udah berhijab, minta pendapat orang tua, dan Aa... akhirnya bismillah, Agustus 2013 saya memutuskan memakai hijab.

Apa yang sudah Chachathaib lakukan sampai masuk list orang yang aku kagumi?

Well, kalau berhijab itu proses. Begitu juga yang saya lihat pada diri Chacha. Kalau kalian ada yang sama dengan saya, ngikutin Chacha dari beberapa tahun lalu, pasti tahu dimana perubahannya. Bukan, bukan berarti dulu Chacha nggak baik, tapi sekarang coba lihat gimana penampilan Chacha.. makin hari makin syar'i berhijabnya. :)

Selain penampilan, banyak hal positif lain yang udah Chacha lakuin yang menurut saya pantas di appreciate. Pertama, seperti yang kita tahu kalau Chacha adalah fashion editor di Scarf Magazine. Artikel yang ia buat keren-keren semua, bisa dilihat di salah satu tulisan Chacha di blog-nya www.chachathaib.com. Di situ dia menyebutkan beberapa artikel yang telah berhasil ia tuliskan.

Kedua, karena jumlah follower Twitter dan Instagram Chacha yang jumlahnya ribuan, membuatnya dipilih sebagai buzzer sebuah produk Handphone yang mempunyai segmentasi anak muda. Dan karena kemampuannya menulis, Chacha telah melahirkan sebuah novel berjudul Semata Cinta. Chacha juga turut menyumbangkan satu tulisannya dalam novel Jakarta-Bandung-Jogja. Wah!

Ketiga, Chacha itu pribadi yang humble. Mungkin beberapa haters bilang kalau Chacha jutek, tapi menurut saya nggak sama sekali tuh. :) Coba kenali dulu, diajak bicara baik-baik, siapa sih yang nggak akan ngerespons baik juga ya kan... walaupun nggak kenal-kenal banget secara personal, tapi beberapa kali saya pernah berkomunikasi sama Chacha. Baik kok. :)

Keempat, keluarga tempat Chacha tumbuh. Keluarga di mana Chacha menjadi seorang anak, lalu beranjak remaja, menjadi perempuan dewasa, berkeluarga, dan punya anak. Kalau nggak salah Ayah Chacha bekerja di salah satu Stasiun Televisi Swasta. Jadi jelas kan bakat seni Chacha turun dari siapa. Kakak Chacha (Larasati Putri), juga nggak kalah baik kok.

Kelima, keluarga kecil Chacha. Iya, keluarga kecil Chacha, Aa Bisma dan Baby Binar. Dream-family banget nggak sih... suka aja ngelihat gimana cara Aa berusaha bahagiain Chacha. Apalagi waktu Chacha hamil dan melahirkan, kelihatan banget gimana perhatian Aa ke Chacha. :) Semoga selalu bahagia lahir-batin, dunia akhirat ya kak Cha! Aamiin.




 Chacha dan Baby Binar


  Source: Instagram Chacha @chachathaib


Chacha dan Keluarga Kecilnya 


 Source: Instagram Chacha @chachathaib




Salam,
Ara.